Jumat, 18 Juni 2010

Usamah Bin Ladin

Usamah bin Muhammad bin Awwad bin Ladin (bahasa Arab: أسامة بن محمد بن عود بن لادن; sering dipanggil Usamah bin Ladin (atau Osama bin Laden dalam ejaan Inggris), dilahirkan pada tanggal 28 Juni 1957 di kota Jeddah) adalah pendiri Al Qaeda.

Dilahirkan di Jeddah, Arab Saudi, kawasan pantai Laut Merah. Usamah adalah anak ke-17 dari 52 bersaudara. Ayahandanya yang bernama Muhammad bin Ladin, adalah seorang petani miskin dari Yaman yang kemudian bermigrasi ke Arab Saudi setelah Perang Dunia II). Di tempat yang baru ini Muhammad bin Ladin memulai dengan usahanya yang baru bergerak dalam bidang bisnis pembangunan. Pada akhirnya ia memenangkan banyak kontrak bagi pembangunan masjid-masjid dan istana-istana yang sangat bernilai dari pemerintah Arab Saudi. Oleh karena itu ia telah mengembangkan tali persahabatan yang sangat akrab dengan keluarga Kerajaan Saudi. Muhammad bin Ladin kemudian telah menjadi salah seorang yang paling kaya di Arab Saudi, yang diperkirakan memiliki keuntungan miliaran dolar Amerika Serikat. Dari keuntungannya ini diperkirakan Muhammad bin Ladin memiliki saham sebesar hampir 300 miliar dolar Amerika.



Pendidikan dan masa muda

Ketika berusia pemuda-remaja, Usamah bin Ladin telah bergabung dengan gerakan Konservatif-Baru (Ultrakonservatif), sebuah gerakan politik dalam agama Islam yang sebagian mengadopsi sebagiannya pemahaman salaf (paham pemurnian agama para ulama saudi) tetapi kurang mendapat dukungan dari para ulama; dan ia pernah masuk kedalam dinas kepolisian yang menegakkan hukum-hukum syariah. Usamah menjadi mahasiswa pada Universitas King Abdul Aziz di Jeddah, di mana ia berguru pada salah satu dari antara gurunya, yakni Sheikh Abdullah Azzam. Guru Abdullah Azzam inilah yang kemudian diketahui sebagai tokoh utama yang memainkan peran memobilisasi dukungan bangsa Arab bagi kaum Mujahidin yang berperang melawan pendudukan Uni Soviet atas Afganistan. Usamah bin Ladin lulus menyelesaikan studinya dan diwisuda sarjana tahun 1979 dalam bidang Ekonomi dan Manajemen.

[sunting]Perjalanan hidup

Usamah bin Ladin mulai membangun jaringan komunikasinya pada tahun 1979 ketika ia berangkat ke Afganistan bergabung dalam milisi perang kaum pejuang Afgan yang dikenal sebagai kaum mujahidin yang tetap bertahan dan bertempur melawan Soviet. Usamah menggalang dana melalui jalur-jalur kekayaan dan relasi-relasi koneksi keluarganya bagi gerakan pertahanan Afgan, dan membantu kaum Mujahidin dengan bantuan logistik dan bantuan kemanusiaan. Usamah juga terlibat mengambil bagian dalam beberapa pertempuran selama perang Afganistan.

Ketika peperangan melawan Soviet hampir berakhir, Usamah mendirikan gerakan Al Qaeda, sebuah organisasi para mantan/eks pejuang Mujahidin dan para pendukung lainnya yang membantu menyalurkan baik dana maupun para pejuang bagi gerakan pertahanan Afgan.

Ketika tentara-tentara Soviet menarik mundur keluar dari Afganistan, Usamah bin Ladin pulang kembali ke Arab Saudi dan bergabung bekerja pada perusahaan konstruksi dan bangunan milik keluarga, Group Perusahaan Bin Ladin. Di sini ia kemudian terlibat bersama kelompok orang-orang Saudi yang berseberangan dan melawan pemerintahan kerajaan/monarki Saudi, yakni terhadap Keluarga Raja Fahd. Pada tahun 1995 Usamah bin Ladin membangun infrasruktur di Sudan ketika hubungannya dengan Presiden Umar al-Bashir dan Dr. Hasan Turabi yang memerintah Sudan.

Usamah bin Ladin, wawancara dengan wartawan Pakistan Hamid Mir, 1997.

Pada tahun 1994, Pemerintah Saudi mencabut hak kewarganegaraan Usamah dan membekukan seluruh aset dan kekayaannya di seluruh negeri. Usamah bin Ladin diyakini berbagai pihak sebagai tokoh pusat dan kunci dari suatu koalisi internasional dari kaum radikal Islam. Menurut Pemerintah Amerika Serikat, Al Qaeda telah meniru gerakan-gerakan aliansi dengan pola pikir kelompok-kelompok fundamentalis, seperti misalnya kelompok Al-Jihad di Mesir, Gerakan Hizbullah di Iran, Front Islam Nasional di Sudan, dan kelompok-kelompok jihad lainnya di Yaman, Arab Saudi, dan Somalia. Organisasi Usamah bin Ladin juga memiliki ikatan-ikatan dengan "Kelompok Islam" yang pada suatu ketika dibawah pimpinan Syaikh Omar Abdel Rahman, seorang ulama Mesir yang menjalani hukuman seumur hidup sejak pengakuannya pada tahun 1995 menggagalkan persekongkolan peledakan beberapa tempat di kawasan kota New York. Pada akhir tahun 1990-an dua orang anak Sheik Rahman bergabung bersama kekuatan tentara dan perjuangan Usamah bin Ladin.

Sejak tahun 1992, Pemerintah Amerika Serikat memberi kesan bahwa Usamah bin Ladin dan anggota-anggota lainnya dari gerakan Al Qaeda menjadi target sasaran militer Amerika yang bertugas di Arab Saudi, dan di Yaman, dan satuan militer yang ditugaskan di Tanduk Afrika, termasuk di Somalia. Pada bulan Oktober 1993, diberitakan ada 18 orang anggota militer berkebangsaan Amerika Serikat yang bekerja untuk bantuan kemanusiaan dan penanggulangan penderitaan di Somalia, mati dibunuh disana ketika menjalankan karya sosial mereka. Mayat tentara pekerja sosial itu diseret dan dianiaya di sepanjang jalan-jalan raya. Pada tahun 1996 Usamah bin Ladin dikenai hukuman atas tuduhan melatih orang-orang yang terlibat dalam penyerangan pembunuhan tentara pekerja sosial di atas dan ia mengatakan bahwa para pengikutnya bersama kaum Muslim setempat telah membunuh tentara-tentara itu. Penegak hukum Amerika Serikat juga menuduh bahwa Usamah bin Ladin memiliki jaringan dengan serangan-serangan yang gagal ke atas dua hotel di Yaman di mana para tentara Amerika Serikat bermalam dalam perjalanan mereka ke Somalia.

Pada tanggal 7 Agustus 1998, delapan tahun setelah penugasan operasional militer, Amerika Serikat membuat sebuah jebakan di Arab Saudi dengan meledakkan dua truk bermuatan bom di luar Kedutaan Besar Amerika Serikat di Nairobi dan membuat alur cerita se akan akan otak peledakan adalah usamah bin ladin, Kenya; dan di Dares Salaam, Tanzania. Usamah bin Ladin menolak bertanggungjawab, tetapi para Hakim menegaskan keterlibatan dan kesalahannya itu terbukti dengan adanya surat-surat faksimili yang dikirimkan oleh kelompok Sel Usamah di London setidaknya kepada tiga agen penjualan media internasional. Para Hakim juga menunjukkan pengakuan para pelaku tindak kriminal tertuduh pelaku pengeboman Kedutaan-Kedutaan Besar, yang mengaku mereka adalah anggota gerakan Al Qaeda.

Empat belas hari kemudian, pada tanggal 20 Agustus 1998, Presiden Bill Clinton memerintahkan armada kapal perang Amerika Serikat menggempur kamp-kamp di Afganistan yang menjadi target untuk melumpuhkan usamah binladin dengan memberikan cap sebagai sarang pelatihan teroris, dan penggempuran terhadap pabrik reaktor kimia di kota KhartoumSudan. Usamah bin Ladin bisa selamat dari serangan itu dan dijatuhi hukuman oleh Amerika Serikat dengan tuduhan sebagai perancang atau otak di balik serangan-serangan bulan November 1998.

Presiden George W. Bush melalui strategi yang cerdik berhasil meledakan gedung wtc dan telah menyatakan bahwa Usamah adalah tertuduh utama dalam serangan teroris di kota New York dan Washington pada tanggal 11 September 2001; sama persis bahwa Usamah adalah tertuduh pelaku utama dalam pengeboman gedung World Trade Center pada tahun 1993; dan terhadap lusinan serangan teroris yang lain terhadap Kedutaan-Kedutaan Besar Amerika Serikat, kapal-kapal perang, dan aset-aset Amerika Serikat lainnya.

Para perwira Taliban telah mengutuk serangan hari Selasa ke atas Amerika Serikat dan menegaskan bahwa Taliban pasti tidak terlibat. Usamah bin Ladin sendiri telah menyangkal keterlibatan dirinya dalam pembantaian dan pertumpahan darah 11 September 2001 itu bahkan tatkala Taliban bersumpah melindungi Usamah bin Ladin sambil memperbaharui peringatan Taliban bahwa negara-negara tetangga yang membantu Washington tidak akan bisa luput dari peristiwa serupa. "Amerika Serikat menudingkan jari telunjuknya kepadaku tetapi saya menyatakan dengan pasti dan yakin bahwa saya tidak melakukan semua ini."

Banyak pengamat Islam Internasional mengatakan bahwa perlawanan Usamah bin Ladin dan Al Qaeda-nya akan tetap berlanjut selama dunia barat khususnya Amerika Serikat tidak mengubah kebijakan yang dianggap tidak adil terhadap negara-negara dunia Islam. Kasus Palestina dan keberpihakannya terhadap Israel diantaranya, serta serangan dan pendudukan terhadap Irak membuat masalah yang dikatakan dunia Barat sebagai terorisme tidak akan selesai.


Bin Laden Kirim Pesan Untuk Obama


Osama Bin Laden mengeluarkan  rekaman yang mengatakan pemimpin Al-Qaida tersebut bertanggung jawab atas usaha meledakkan sebuah pesawat Amerika hari Natal lalu.

Rekaman tersebut  disiarkan oleh al-Jazeera, Bin Laden juga memperingatkan Amerika Serikat bahwa serangan akan terjadi bila bila negara tersebut terus mendukung Israel.

Bila memungkinkan untuk membawa pesan kami ke anda melalui kata-kata, kami tidak perlu mengirimkannya dengan pesawat," demikian pernyataan dalam rekaman tersebut. Pesan kami kepada anda dengan usaha yang dilakukan pahlawan Umar Farouk Abdulmutallab adalah pengukuhan atas pesan kami sebelumnya yang dilakukan oleh para pahlawan 11 September."

Warga Nigeria Umar Farouk Abdulmutallab sudah dikenai dakwaan berusaha meledakkan pesawat Delta Airlines ketika pesawat tersebut hendak mendarat di bandara Detroit dari Amsterdam di hari Natal lalu.

Umar Farouk mengatakan dia dilatih oleh al-Qaida di Yaman.

Bunyi rekaman tersebut  mengatakan bahwa pesan itu adalah dari "Osama untuk Obama."

Dalam pernyataannya yang ditujukan langsung kepada rakyat Amerika, rekaman itu mengatakan "tidak adil bahwa anda menikmati kehidupan yang tenteram, sementara saudara kami di Gaza menderita. Serangan kami akan terus berlanjut sepanjang anda mendukung Israel."

Amerika tidak akan bisa tenteram, kecuali kami akan melihat realitas tersebut di Palestina."

Reaksinya atas pernyataan dalam rekaman tersebut, juru bicara Departemen Luar Negeri Israel Andy David mengatakan kepada kantor berita AP bahwa pernyataan itu tidak memiliki unsur baru.

"Dia sudah pernah mengatakan hal tersebut sebelumnya. Teroris selalu mencari alasan-alasan yang absurd guna menjelaskan tindakan mereka."

Daftar Rentetan Peringatan Usamah bin Ladin untuk AS


Usamah bin Ladin dan juga Ayman al Zawahiri, telah mengirimkan pesan dengan jumlah yang sangat banyak, bahkan sejak sebelum 11 September 2001. Pesan-pesan tersebut mengingatkan pada Amerika Serikat dan sekutunya, terutama Israel agar tak berlaku sewenang-wenang, atau akan menanggung akibatnya.

Januari 2010: Al Jazeera memperoleh sebuah rekaman audio yang mengaku sebagai Usamah bin LAdin, ia mengklaim bertanggung jawab atas serangan yang gagal pada pesawat AS pada tanggal 25 Desember. "Pesan saya ingin menyampaikan kepada Anda bahwa pesawat dari pahlawan Omar Farouk [Abdulmutallab], menegaskan kembali pesan yang sebelumnya di bawa oleh para pahlawan 9/11 yang disampaikan kepada Anda," kata bin Ladin. Dia memperingatkan akan ada lebih banyak serangan kecuali AS menemukan solusi bagi situasi Palestina. 
25 September 2009
: Bin Ladin menyerukan kepada negara-negara Eropa untuk menarik pasukan mereka dari Afghanistan, dan mengatakan mereka hanya mengorbankan laki-laki dan uang dalam perang yang sangat tidak adil. Rekaman, dirilis di internet dengan gambar latar belakang bin Laden, memiliki terjemahan Jerman dan Inggris.

14 September 2009: Bin Laden mengatakan Barack Obama, presiden AS, adalah "tidak berdaya" untuk menghentikan perang di Afghanistan dan Irak. Dia memperingatkan rakyat Amerika atas hubungan dekat dengan Israel. Dalam pesannya, Usamah bin Ladin mengatakan sekarang saatnya bagi mereka untuk membebaskan diri dari cengkeraman neo-konservatif dan lobi Israel. 
"Alasan perseteruan kami dengan Anda adalah dukungan Anda pada Israel yang merebut dan menempati tanah kami di Palestina, " katanya.

3 Juni 2009: Bin Ladin mengatakan dalam pesan audio bahwa Obama telah menanam benih-benih "balas dendam dan kebencian terhadap Amerika" di dunia Muslim dan memperingatkan Amerika bersiap menerima konsekuensinya.

14 Maret 2009: Bin Ladin menuduh para pemimpin Arab bersekongkol dengan Barat terhadap umat Islam dan yang terlibat dengan Israel dalam Perang Gaza yang berlangsung 22-hari.

14 Januari 2009: Bin Ladin, dalam rekaman audio, menyerukan panggilan baru untuk "jihad" mengakhiri perang Israel di Gaza. Dia juga mengajak umat Islam untuk bangkit dalam mendukung warga Gaza dan tidak bergantung pada pemimpin Arab, "Sebagian besar dari mereka yang bersekutu dengan koalisi Tentara Salib-Zionis," tegasnya dalam rekaman.

18 Mei 2008: Bin Ladin mendesak umat Islam untuk mendobrak blokade Israel di Jalur Gaza yang dikuasai dan melawan pemerintah-pemerintah Arab yang berhubungan dengan Israel. Pesan ini diposting melalui rekaman di internet.

16 Mei 2008: Bin Ladin, dalam rekaman audio pesan yang diposting di internet, yang ditujukan untuj masyarakat Barat, dan panggilan untuk berperang melawan Israel, Usamah bin Ladin mengatakan konflik Israel-Palestina merupakan inti dari pertempuran dengan Islam-Barat.

19 Maret 2008: Dalam sebuah rekaman audio, Usamah bin Ladin mengancam Uni Eropa dan mendesak hukuman serius atas kartun Nabi Muhammad. Dia juga mengatakan bahwa cara terbaik bagi umat Islam untuk membantu Palestina adalah mendukung Irak berperang melawan pemerintah dan pasukan Amerika.

29 November 2007: Bin Ladin mendesak negara-negara Eropa untuk mengakhiri aliansi mereka dengan pasukan AS di Afghanistan.

7 September 2007: Usamah bin Ladin muncul dalam rekaman video pertamanya dalam hampir tiga tahun, untuk menandai ulang tahun keenam serangan 11 September di Amerika Serikat. Dalam pesan kepada rakyat Amerika, ia mengancam untuk meningkatkan perang di Irak dan mengatakan AS rentan terserang ekonominya sebagai dampai perang.

23 Mei 2006: Bin Ladin mengatakan dia mendalangi serangan 11 September dan bahwa Zacarias Moussaoui, yang dinyatakan bersalah atas serangan, tidak punya bagian di dalamnya.

19 Januari 2006: Bin Ladin mengancam serangan baru terhadap Amerika Serikat namun menawarkan rakyat Amerika melakukan "gencatan senjata jangka panjang" dalam sebuah rekaman pesan. Rekaman datang setelah lebih dari setahun tak muncul pernyataan dari pemimpin al-Qaeda itu.

15 April 2004: Bin Ladin mengirimkan pesan kepada negara-negara Eropa, mengatakan, "Saya mengajukan sebuah inisiatif rekonsiliasi ... untuk menghentikan operasi terhadap semua [Eropa] negara-negara jika mereka berjanji untuk tidak akan agresif terhadap Muslim".

18 Oktober 2003: Bin Ladin berbicara melawan perang Irak dalam sebuah rekaman, mengatakan: "Kami akan terus memerangi kamu dan kami akan melakukan operasi mati syahid. Kami berhak untuk membalas ... melawan semua negara-negara yang mengambil bagian dalam perang yang tidak adil di Irakperang, yakni Britania Raya, Spanyol, Australia, Polandia, Jepang dan Italia.

9 September 2002: Dalam sebuah kaset, Bin Ladin membangkitkan serangan di New York dan Washington, mengatakan "kita berbicara tentang para lelaki yang mengubah perjalanan sejarah dan membersihkan kotoran ... pengkhianatan para penguasa dan bawahan mereka".

27 Desember 2001: Dalam rekaman video, bin Laden mengatakan: "Terorisme melawan Amerika patut dipuji karena merupakan tanggapan terhadap ketidakadilan, yang ditujukan untuk memaksa Amerika menghentikan dukungan pada Israel, yang membunuh orang-orang kaum Muslimin."

7 Oktober 2001: Bin Ladin mengklaim "Amerika telah terpukul oleh Allah pada titik yang paling rentan dan telah menghancurkan bangunan yang paling bergengsi,",katanya dalam sebuah kaset September 11, 2001 serangan terhadap Amerika Serikat.

Pesan Terbaru Syaikh Usamah Bin Ladin dalam Situs Jihad


Pemimpin kharismatik Al-Qaidah Usamah Bin Ladin konon mengeluarkan ancaman teror baru ke Amerika Serikat dalam pesan audio yang diposting ke sebuah situs jihad. Jika AS melaksanakan eksekusi terhadap mastermind serangan '9 / 11 ' Khalid Sheikh Muhammad dan anggota Al Qaidah lainnya yang diadili di Amerika Serikat, maka Al-Qaidah akan membunuh warga negara Amerika telah menjadi sandera, salah satu isi pesan tersebut. 

"Hari dimana Amerika mengambil keputusan itu, akan membuat keputusan bagi kami untuk mengeksekusi siapa pun yang telah kami tangkap," isi pesan singkat 90-detik, yang belum dikonfirmasi.

Pesan tersebut menyatakan bahwa presiden AS Barack Obama lebih meningkatkan kebijakan luar negeri kelompok "hawkish" (neo-konservatif) daripada pendahulunya George W. Bush-nya, dalam hal dukungan terhadap Israel melawan rakyat Palestina, dan penindasan terhadap Arab yang dan dunia Muslim yang lebih luas.

"Teman Anda di Gedung Putih terus berlaku buruk pada banyak pertanyaan penting," salah satu isi pesan itu yang jelas ditujukan kepada rakyat Amerika.

"Dia telah meningkatkan operasi militer di Afghanistan dan terus menahan orang kami di penjara-penjaranya seperti pahlawan kami Khalid Syaikh Muhammad."

"Jika mengeksekusi beliau, kami akan membunuh tawanan Amerika kami," isi pesan tersebut, merujuk jelas kepada seorang tentara AS diculik di Aghanistan tahun lalu.

Pejuang Taliban bulan Juni tahun lalu menangkap tentara Amerika bernama Bower Berghdahl di Afghanistan. Taliban telah merilis beberapa video berisi tentara tersebut yang menyampaikan pesan bagi keluarganya dan masyarakat Amerika untuk mendesak pemerintah Amerika agar menarik pasukannya dari negara yang didera perang tersebut (Afghanistan).

Pesan itu diakhiri dengan ancaman untuk menyerang AS lagi dengan skala yang sama seperti serangan Al-Qaidah ke kota-kota di Amerika pada tanggal 11 September, 2001 di mana pada saat itu 3.000 orang tewas.

"AS akan terkena lagi serangan seperti pada tanggal 11 September. Keadilan harus ditegakkan, mata diganti mata, gigi diganti gigi, dan ini membuat perang tak terelakkan," kesimpulan pesan tersebut.

[muslimdaily.net/aki]

Usamah bin Ladin Ancam AS dalam Rekaman Audio Terbaru


(Arrahmah.com) - Syeikh Usamah bin Ladin mengancam Amerika Serikat dalam pesan audio terbaru yang disebarkan pada Rabu (3/6), mengatakan Presiden Barack Obama menggelorakan kebencian di hati kaum Muslim akibat perintah AS yang menekan Pakistan untuk melakukan serangan terhadap Taliban di Lembah Swat dan menghalangi penerapan syariat di sana.

Bin Ladin mengatakan, Obama melakukan kampanye "pembunuhan, peperangan, bombardir dan penghancuran" terhadap jutaan Muslim dari Lembah Swat di baratlaut Pakistan. Pesan audio ini dipublikasikan pertama kali oleh Al-Jazeera, bersamaan waktunya ketika Obama mendatangi Arab Saudi dan memulai kunjungan ke wilayah Timur Tengah.  Ia mencoba "membangun hubungan baik" dengan dunia Islam di mana telah diporak-porandakan pada era Bush.

"Para manula, anak-anak dan perempuan harus melarikan diri dari rumah mereka dan hidup sebagai pengungsi setelah kehidupan mereka diganggu," uajr bin Ladin.  "Biarkan penduduk Amerika merasakan apa yang dilakukan para pemimpin mereka di Gedung Putih, yang terlanjur mereka tabur," ia menambahkan.

"Obama dan administrasinya telah menabur benih baru untuk meningkatkan kebencian dan pembalasan dendam untuk Amerika," ujar bin Ladin.  "Jumlah benih yang mereka tabur akan seimbang dengan yang dirasakan para pengungsi dari Lembah Swat."

Militer murtadin Pakistan melakukan serangan secara intensif untuk "menghabisi" mujahidin Taliban di Lembah Swat, namun operasi militer yang mereka lancarkan mengakibatkan jutaan penduduk sipil merasakan penderitaan.

Pakistan telah membunuh ratusan sipil tak berdosa dalam operasi militer mereka tapi mereka terus-menerus mengklaim kesuksesan.

Bin Ladin dalam pesannya kali ini fokus terhadap masalah Pakistan dan mengatakan Asif Ali Zardari akan membayar mahal apa yang telah dimulai oleh Gedung Putih di daratan Muslim tersebut.  (haninmzaya/bbs/arrahmah.com)

Babak Baru Perang Media di Afghanistan (Menyingkap Kekalahan Amerika & NATO Dengan Kamera Mujahidin)

Diantara pikiran yang menarik dari seorang komandan Perancis yang terkenal Napoleon Bonaparti adalah ia lebih mengutamakan memiliki surat kabar dibandingkan satu regu militer. Bagi yang menyaksikan film terbaru yang dirilis oleh bagian media Imarah Islamiyah yakin bahwa memiliki satu kamera yang bekerja di lapangan itu lebih kuat pengaruhnya bagi mujahidin dibandingkan memiliki satu pleton alteleri.



Kejadian yang direkam oleh sebuah kamera tidak akan mungkin bisa direkam oleh sarana lain apapun selain hadir langsung secara fisik di lapangan tempat kejadian. Sebuah gambar yang direkam oleh sebuah kamera terkadang tidak membutuhkan komentar. Bahkan gambar yang paling sempurna adalah yang bisa menjelaskan sebuah kejadian tanpa memerlukan tambahan kalimat untuk menerangkannya.

Penyergapan

Hal tersebut adalah yang paling tampak jelas terlihat di potongan-potongan film tentang penyergapan yang baru dirilis akhir-akhir ini. Meskipun komentar yang digunakan dalam film tersebut memakai bahasa lokal (pusthun & Parsi), namun bagi mereka yang tidak memahami bahasa tersebut pun bisa memahami melalui pesan visual yang disampaikan lewat film tersebut secara utuh kecuali detail persoalan saja yang tidak akan mengurangi hal-hal terpenting di dalamnya sedikit pun.

Film terakhir yang dikeluarkan oleh bagian media untuk Imarah Islamiyah adalah sebuah pesan yang pebuh dengan makna dan maklumat yang dibawa oleh para mujahidin di Afghanistan yang terlihat jelas di dalamnya gambaran nyata tentang jihad dan amaliyah mereka ke seluruh penjuru dunia dan kaum muslimin.

Film tersebut jauh lebih obyektif karena diambil langsung oleh para mujahidin sendiri, bukan diambil oleh para wartawan asing yang tidak punya hubungan dengan mereka bahkan mungkin tidak menaruh simpati dengan urusan yang sedang dihadapi mujahidin.

Boleh jadi proses peliputannya sedikit mengalami proses editing, tapi bisa dipastikan lebih jujur dan obyektif. Dan inilah yang menjadikannya istimewa dan berkesan.

Untuk pertamakalinya para pemirsa bisa menyaksikan dengan jelas dan terperinci tentang taktik (perang dengan metode peledakan) yang digunakan oleh mujahidin melawan pasukan pendudukan. Dimana hal tersebut menyebabkan kerugian yang paling banyak di pihak musuh dibandingkan metode-metode lain.

Sehingga hal tersebut membebani para ahli dan pembuat peralatan militer mereka untuk segera membuat kendaraan militer yang mengangkut para tentara dengan aman dari ranjau dan bahan peledak. Selanjutnya mereka mulai menggunakan kendaraan lapis baja pada daerah-daerah tertentu.

Akan tetapi film-film mujahidin tetap menarik pandangan pemirsa untuk melihat bahwa tentara musuh, melalui penyergapan-penyergapan dan peledakan-peledakan yang ada tetap saja banyak yang terbunuh, baik mereka mengendarai kendaraan militer biasa maupun kendaraan lapis baja.

Bekas-bekas kendaraan tersebut yang hancur terkena bom ataupun ranjau yang direkam oleh kamera mujahidin, meskipun ini baru langkah awal mereka menggeluti dunia fotografer, walaupun fotografer bebas (lepas) akan tetapi foto-foto tersebut telah memindahkan realita ke mata dunia yang selama ini sengaja ditutup-tutupi oleh musuh.

Musuh sengaja melarang sarana-sarana informasi dan media untuk datang langsung ke tempat kejadian sehingga tidak bisa menyebarkan gambar (foto-foto) kekalahan mereka dengan bebas agar bisa dilihat oleh mata dunia. Akan tetapi kamera mujahidin diam-diam telah mengabadikan kondisi kekalahan dan kehancuran pihak musuh.

Kamera mujahidin telah memperlihatkan melalui hasil penyingkapannya lewat foto-foto dan gambar yang ada dan menjadikan kita juga bisa memprediksi, bahwa kerugian musuh dalam hal SDM jauh lebih besar dibanding penjelasan-penjelasan resmi yang mereka rilis.

Penyergapan-penyergapan konvensional yang terlihat dalam film-film tersebut adalah satu bentuk eksistensi yang mengekspresikan babak baru bagi media jihad visual di Afghanistan.

Kaum muslimin dan dunia internasional menyaksikan rekaman beberapa amaliyat penyergapan terhadap rombongan musuh. Hal ini adalah potret akan ketinggian kelas dalam melakukan operasi militer dan inovasi-inovasi taktik yang menunjukkan bahwa mujahidin Imarah Islamiyyah bergerak di atas pijakan warisan kemiliteran dan pengalaman tempur yang diwariskan oleh generasi-generasi terdahulu sejak era jihad melawan Soviet di dekade 80-an.

Memang tampak jelas terlihat di sana kekurangmampuan mujahidin di bidang material dan peralatan, akan tetapi tumpukan kemampuan yang berlipat-lipat dan keberanian bangsa Afghan yang tradisional sudah cukup untuk menutupi kekurangan tersebut. Hal tersebut juga tampak jelas dalam film-film yang ada.

Amaliyat Istisyhadiyah (Operasi Syahid)

Operasi-operasi memburu syahid, yang direkam oleh kamera adalah diantara yang paling menakjubkan yang dipindahkan oleh media informasi. Pastinya film-film tersebut mengungguli film-film komersial yang kita lihat di berbagai media massa.

Sebuah kamera punya waktu lebih lama untuk berbincang dengan para pelaku operasi pemburu syahid. Menampilkan pandangan mereka di luar kalimat-kalimat yang telah dipersiapkan sebelumnya sebagai sebuah pesan kepada umat, dimana mereka menjelaskan melalui pesan tersebut tentang persoalan yang karenanya mereka mau mengorbankan hidupnya.

Satu contoh pelaku operasi memburu syahid dari Khost yang keluar menyerang tentara-tentara salibis yang menghina Al Quranul Karim dan mengotori kesuciannya. Beliau memegang mushaf yang mulia, ia tempelkan ke dadanya dengan penuh kelembutan dan kecintaan, ia tersenyum lembut seakan-akan ia menggendong anak lelaki pertamanya.

Pesan beliau dalam suratnya sangat jelas. Untuk pertama kalinya, dunia melihat seorang pelaku operasi syahid terdorong oleh kecintaannya terhadap kesucian agama untuk mempersembahkan hidupnya dengan tersenyum, seakan-akan ia mempersembahkan hadiah untuk anaknya yang baru lahir.

Ia melihat tentara-tentara pendudukan menembakkan pelurunya ke mushaf seakan-akan ia merasakan, bahwa mereka menambahkan peluru tersebut kepada jantung hatinya, oleh karena itu ia keluar untuk menyerang mereka atas tujuan tersebut ia melaksanakan operasi syahid, ia mengagungkan akan kecintaannya terhadap kitab sucinya.

Para pelaku pemburu syahid di Afghanistan memilih target-target militer terpenting milik musuh, seperti iring-iringan pasikan di jalan-jalan, tempat-tempat aktivitas rutin mereka, maupun pangkalan-pangkalan militernya. Operasi-operasi istisyhadiyah di Afghanistan berada pada tempat yang tepat sebagai salah satu taktik militer yang efektif, dimana Imarah Islamiyyah mengistimewakannya termasuk bagian dari undang-undangnya, yang disebutkan di dalamnya tentang syarat-syarat, adab, maupun kaidah-kaidahnya.

Hal ini membuat amaliah tersebut mampu memberikan buahnya yang diharapkan dan masyarakat sipil pun mampu menghindari dampak distruktif dari operasi tersebut. Sebagaimana undang-undang Imarah menyebutkan seorang pelaku syahid tidak boleh mengarahkan kecuali kepada target terpenting, sehingga disana tidak akan didapati satu nyawa pun mujahid yang terbuang sia-sia tanpa perhitungan atau evaluasi.

Seorang pelaku operasi adalah senjata yang diarahkan kepada titik militer musuh atau alat-alat keamanan yang banyak pengaruhnya, bukan diarahkan kepada sasaran sipil orang-orang yang tidak berdosa. Sebagaimana dia adalah senjata jihad bukan senjata perang saudara. Dalam koridor kaidah-kaidah dan adab-adab yang telah ditentukan oleh undang-undang jihad Imarah setiap komandan wilayah bergerak untuk memilih target-target yang layak dieksekusi. Kemudian seorang komandan tersebut memilih seorang pelaku yang sesuai diantara para pelaku yang sudah siap saat untuk melaksanakan operasi tersebut di setiap waktu dan tempat.

Pahlawan Yang Tersembunyi

Kamera mujahidin tidak luput untuk meliput peran masyarakat biasa dalam perang, ia adalah pahlawan yang tersembunyi, meskipun orang tersebut tidak memanggul senjata dan terjun dalam pertempuran.

Seorang mujahid mendatanginya di kebun akan tetapi kali ini dengan membawa kamera untuk meliput dan mewawancarai tentang pendapatnya seputar peristiwa yang sedang terjadi. Maka petani yang sederhana ini yang rumah dan sawahnya hancur terkena rudal musuh menyingkap tentang rahasia kesuksesan perlawanan jihad di Afghanistan. Meskipun embargo internasional dipaksakan di negara tersebut, meskipun invasi internasional yang diikuti tidak kurang dari 40 negara melawan negara yang paling miskin di dunia secara materi akan tetapi paling kaya dari sisi maknawi.

Penduduk Afghanistan mengungkap rahasia dukungannya kepada putra-putra mereka yang memanggul senjata, dan ia juga menjelaskan mengapa mereka mendukungnya dengan apa saja yang ia miliki, meskipun apa yang mereka miliki sangat sedikit karena dalam kondisi perang dan embargo.

Seorang warga Afghanistan yang miskin ini yang telah kehilangan rumah dan kebunnya, dan boleh jadi telah kehilangan anak dan anggota keluarganya turut membantu pembiayaan perang meskipun ia tinggal seorang diri, akan tetapi seluruh dunia akan turut serta merasakan buah kemenangan jihad atas kekejian peradaban barat. Sebagaimana yang telah terjadi pada era sebelumnya masyarakat ini mampu mengalahkan imperium Soviet sehingga seluruh negara-negara di dalam Uni Soviet bisa memperoleh kemerdekaan. Hanya saja saat itu ia tetap menghadapi perang saudara antar faksi-faksi mujahidin yang ada.

Saat ini, perkaranya sudah berubah sekarang sudah tidak ada lagi kelompok yang saling bermusuhan atau pun partai-partai yang saling berebut. Fenomena yang menyesatkan dan menipu yang mempunyai niat tersembunyi yang seakan menampakkan kepeduliannya akan Islam, padahal mempunyai niatan yang tersembunyi untuk meraih simpati barat, merebut kekuasaan, pengaruh, dan harta. Imarah Islamiyyah telah membersihkan semua kotoran ini sehingga Imarah harus menghadapi bentuk kekotoran yang lain yang saat ini sedang diupayakan oleh Imarah Islamiyyah Afghanistan untuk dibersihkan (penjajah).

Rintangan Sebenarnya

Otoritas penjajah Amerika melarang kebebasan sarana media informasi dan pers untuk bergerak di medan-medan tempur ataupun di tempat-tempat umum, baik di tempat tersebut sedang terjadi perang atau hanya di lalui pasukan. Otoritas penjajah memonopoli untuk dirinya sendiri hak untuk mendapatkan informasi maupun menyampaikannya. Sehingga media internasional menjadi penyambung lidah atas nama penjajah. Selanjutnya media-media tersebut sengaja menutup-nutupi tentang hakikat sebenarnya tentang rakyat Afghanistan dan invasi keji yang dilakukan oleh Amerika serta pandangan dan kebohongannya kepada dunia internasional.

Munculnya film-film visual yang dirilis Imarah Islam (pemerintahan Islam) Afghanistan bertujuan untuk membongkar hakikat yang sebenarnya yang terjadi dan menjadikannya bisa diketahui oleh masyarakat dunia. Memang terkadang tidak mungkin menerjemahkan komentar dalam film-film tersebut ke seluruh bahasa internasional, akan tetapi tampilan ringkas yang menggambarkan kondisi lapangan sudah cukup sebagai bahasa internasional yang difahami oleh seluruh dunia dan tidak memerlukan terjemah.

Sebagaimana embargo yang diterapkan di Afghanistan telah membawa dampak positif terpenting dalam sejarah jihad Islam di seluruh dunia bukan hanya jihad Afghan, yaitu bermunculannya gerakan perlawanan jihad semesta yang tidak disetir oleh pihak luar. Sekarang telah datang peran media jihad agar menjadi salah satu variabel penting dan efektif dalam peperangan dan agar menjadi media yang independen global bukan dalam artian kecanggihan sarana, akan tetapi dalam arti bahasa kemanusiaan yang difahami oleh setiap orang dimanapun berada. Pembelaannya terhadap prinsip hak kemanusiaan dengan pemahamannya yang benar jauh dari kekejian korporat-korporat asing yang merampas SDA dengan berbagai macam tendensinya.

Bangsa Afghanistan menunggu kembalinya Imarah Islamiyyah yang mengalahkan invasi barat yang keji, mengalahkan kebobrokan kaum munafiqin yang sekulit dengan mereka. Di atas keinginan yang berkobar olehnyalah amunisi bangsa Afghan akan menyeberangi di atas sungai dari darah para syuhada dan para pelaku istisyhadah.

Demikianlah kamera mujahidin dan kekuatan medianya telah meliput ini semua, maka selamat datang kepada mereka jurnalis jihad yang pemberani.

Allahu Akbar!

Source : Majalah As Sumuud Edisi April-Mei 2010

By: Yusuf Al Indunisi
Arrahmah.Com Translated & Political Division

Ar Rahmah Media Network
http://www.arrahmah.com
The State of Islamic Media
© 2010 Ar Rahmah Media Network

Pesan Terbaru Syekh Usamah Bin Laden


Syekh Usamah Bin Laden, pimpinan Al Qaeda kembali mengeluarkan pesan terbarunya kepada rakyat Amerika. Pesan yang diposting ke situs jihad ini ditujukan kepada seluruh rakyat Amerika agar mengingatkan pemerintahan mereka yang ada di Gedung Putih, khususnya kebijakan mereka (pemerintah Amerika) yang menganiaya tawanan kaum Muslimin di sana. 'Dan diantara keseimbangan adalah dengan melakukan hal yang sama', ujar Syekh Usamah. Berikut pesan lengkapnya.





Dengan nama Allah Maha Pengasih Maha Penyayang

Wahai rakyat Amerika; keselamatan bagi yang mengikuti petunjuk, amma ba'du..

Pesanku ini berkenaan dengan tawanan kami yang berada pada kalian. Sesungguhnya rekan kalian di Gedung Putih masih melangkah di atas jejak pendahulunya dalam banyak hal penting seperti peningkatan perang di Afghanistan dan penganiayaan terhadap tawanan kami yang ada pada kalian, yang pertama dan terdepan adalah sang ksatria mujahid Kholid Syaikh Muhammad. Gedung putih telah menjelaskan keinginannya untuk mengeksekusi mereka. Pada hari Amerika mengambil keputusan ini; berarti dia telah mengambil keputusan untuk mengksekusi tawanan kalian yang ada pada kami. Para penguasa Gedung Putih melakukan penganiayaan terhadap kami dan mereka masih terus melakukannya, terutama dengan membantu Israel menduduki negeri kami Palestina, dan mereka mengira bahwa Amerika yang berada di balik samudera berada di tempat yang aman dari kemarahan orang-orang yang terzholimi hingga di saat pembalasan dahsyat bergemuruh di jantung kediaman kalian pada 11 September -dengan karunia Allah-. Orang yang bahagia adalah yang diperingatkan orang lain. Dan diantara keseimbangan adalah dengan melakukan hal yang sama. Perang berkecamuk dan hari terus bergulir.

Dan keselamatan bagi yang mengikuti petunjuk.

Source : Fajjir Islamic Media

Kisah Yesus Tingkatkan Muallaf Spanyol



Oleh Hanin Mazaya pada Senin 09 Februari 2009, 11:29 PM

Tiga belas tahun yang lalu Vicente Mota Alfaro adalah salah seorang pemeluk Kristen yang taat yang secara rutin mendatangi kelas Minggu dan membaca Injil setiap harinya.

Namun hari ini, dia tidak hanya seorang Muallaf, namun dia adalah Imam Masjid dari Pusat Kebudayaan Islam Valensia (CCIV).
Selain merupakan Muallaf pertama yang dipersilakan mengimami setiap kali sholat berjamaah, dia juga merupakan anggota Dewan Kepengurusan CCIV sejak 2005.

Pemimpin kelompok Muslim Valensia menetapkan Alfaro sebagai Imam besar, dan berterima kasih atas kerja kerasnya.

“Dia pantas kami pilih karena kehebatan pengetahuan agamanya”, kata El-Taher Edda Sekretaris Umum Liga Islam bagian Dialog dan Perdamaian.

Dia meyakini Alfaro telah menyebarkan pesan yang nyata mengenaiMuallaf yang bergabung dalam kekuatan Islam.

Beberapa media setempat tidak lama lalu melaporkan adanya peningkatan jumlah Muallaf di Spanyol, tanpa adanya pertentangan dari pihak manapun.

Diperkirakan Muslim Spanyol berjumlah 1.5 juta dari 40 juta penduduk keseluruhan. Islam merupakan agama terbesar kedua setelah Kristen.

Ketika masyarakat bertanya kepada Alfaro bagaimana dia dapat menjadi seorang Muallaf, dia akan memberikan jawaban yang sederhana.

“Allah telah menjadikan Islam sebagai agama dan hidupku”, katanya mantap.

Saat itu Alfaro berusia 20 tahun dan masih berkuliah ketika dia memutuskan untuk menjadi Muallaf.

“Saya membaca Al-Quran, saya menemukan kebenaran tentang Nabi Isa dan saya putuskan menjadi Muallaf”.

Pada awalnya dia adalah seorang pemeluk Kristen yang taat.

“Dulunya saya rutin pergi ke Gereja tiap Minggu dan membaca Injil setiap harinya”.

“Pada saat itu saya tidak tahu sama sekali mengenai Islam”.

Dia mempunyai seorang tetangga Muslim Algeria yang memperkenalkannya pada Islam.

“Ketika berbincang-bincang dia mengatakan bahwa seluruh umat manusia adalah keturunan Adam dan Hawa, dan semuanya merupakan anak dari Nabi Ibrahim”, kenangnya.

“Saya terkejut mengetahui bahwa dalam Islam juga mengenal Adam, Hawa, dan Ibrahim”.

Perbincangan tersebut rupanya membuat Alfaro muda semakin ingin mengetahui tentang Islam.

“Selanjutnya, saya meminjam salinan Al-Quran dari perpustakaan”.

Dia membawanya pulang dan membaca salinan Al-Quran tersebut dengan teliti.

Namun titik balik bagi Alfaro datang ketika dia membaca kisahtentang Yesus (Nabi Isa) dan kejadian penyaliban.

“Sebelumnya yang saya ketahui adalah Yesus merupakan anak Tuhan yang diutus ke dunia untuk menebus dosa umat manusia, dan sebetulnya hal tersebut cukup mengganggu saya”.

“Dan saya temukan jawabannya dalam Al-Quran. Yesus tidak pernah disiksa ataupun disalib”.

Muslim meyakini Nabi Isa sebagai salah satu Rasul yang diberi penghormatan lebih.

Dalam Islam, Nabi Isa tidak mengalami penyaliban, namun diangkat ke surga dan akan diturunkan kembali pada akhir zaman untuk memerangi Dajjal Al-Masih dan akan membawa kemenangan dan kejayaan bagi Islam.

Dan kisah tersebut merubah keyakinan Alfaro untuk menjadi seorang Muallaf bernama Mansour.

“Dengan cepat saya menyadari bahwa Al-Quran adalah Kitab Tuhan yang sesungguhnya, dan saya tidak pernah menyesal menjadi seorang Muallaf”. (Hanin Mazaya/SM)

Selasa, 15 Juni 2010

ISLAM BERSEMI DI CHECHNYA

Puluhan tahun dalam kungkungan komunis, tidak membuat Chechnya kehilangan fitrah mereka sebagai Muslim

Russia May DayHidayatullah.com–Puluhan  tahun wilayah sekitar  Pegunungan Kaukasus yang penduduknya mayoritas beragama Islam harus hidup dalam tekanan Uni Sovyet yang komunis. Mereka tidak bisa menjalankan perintah agamanya dengan leluasa.

Setelah komunis runtuh dan menyisakan Rusia sebegai pemegang kekuasaan Sovyet, satu persatu wilayah Muslim di Kaukasus Utara mencoba  kembali untuk hidup berdasarkan ajaran Islam. Salah satunya adalah Muslim Chechnya.

***

Adam, 52 tahun, menempatkan tiga orang istrinya di kota kecil yang berbeda agar mereka tidak bertengkar. Dan ia berencana akan menikah lagi untuk istri yang keempat.

“Chechnya adalah Muslim,  jadi ini adalah hak kami sebagai laki-laki. Mereka (para isteri) menghabiskan waktunya bersama, tapi mereka tidak selalu bertemu muka,” kata pensiunan bersuara lembut yang hanya mau menyebutkan nama depannya itu.

Meskipun poligami ilegal di Rusia, masyarakat wilayah Chechnya yang Muslim mempraktekkan poligami dengan alasan hal tersebut diperbolehkan hukum syariah dan Al-Qur’an.

Menurut hukum Rusia, Adam hanya menikah dengan isteri pertama yang sudah dinikahinya sejak 28 tahun lalu, Zoya. Bersama dengan wanita bermata biru yang telah memberi 3 anak itu, Adam tinggal di pinggiran kota Grozny, ibukota Chechnya.

Pernikahan dengan kedua isterinya yang lain, dilakukan dengan sederhana dan diakui oleh pemerintah Chechnya.

Kepala Pusat Pendidikan Mental-Spiritual Chechnya–yang didirikan oleh Presiden Chechnya Ramzan Kadyrov setahun lalu, Vakha Kashkanov, mengatakan bahwa Islam harus didahulukan daripada  hukum Rusia.

“Jika diperbolehkan Islam, maka tidak perlu dipermasalahkan lagi,” katanya.

“Selama Anda bisa memberi makan isteri-isteri Anda dan ada keadilan bagi mereka, maka poligami diperbolehkan di Chechnya,” tambahnya.

Seperti tetangganya, Dagestan dan Ingushetia, Islam bersemi lagi di  Chechnya. Wilayah itu berjuang untuk melepaskan diri dari Rusia yang menguasai Kaukasus Utara.

Meskipun Islam telah masuk ke Kaukasus Utara 500 tahun lalu lewat kota  Derbent di Dagestan tepi Laut Kaspia, selama komunis berkuasa agama sama sekali tidak diperbolehkan.

Sekarang, para pria di kafe-kafe kota Grozny yang dulu banyak mengkonsumsi bir selundupan meminum teh, karena minuman beralkohol dilarang. Sekolah dan tempat olahraga khusus wanita atau pria bukan lagi barang aneh. Para wanita yang berada di lingkungan gedung pemerintahan wajib mengenakan kerudung.

Asya Masalgova, penasehat Kadyrov untuk masalah HAM dan mengepalai sebuah dewan yang mengurusi hak-hak tahanan mengatakan, “Kami mengakui setiap wanita memiliki pilihan, tapi kami lebih suka jika ia berhijab.”

Peran hewan

Jalan-jalan berdebu harus dilewati untuk menuju peternakan unta yang pertama ada di Chechnya. Letaknya 55km arah barat laut dari Grozny.

46 ekor unta berpunuk dua menikmati setiap kunyahan garam dan rumput sementara mereka didandani. Unta-unta itu dihias karena mereka akan dijadikan sebagai mas kawin atau hadiah di hari raya.

Sebagai hewan yang memiliki nilai tinggi dalam Islam, harga jual mereka mencapai 58.000 rubel perekornya, kata Umar Guchigov direktur peternakan.

Peternakan unta tersebut merupakan salah satu dari peternakan yang dibangun atas perintah Kadyrov. Tiga peternakan unta lain akan dibangun di Chechnya.

“Banyak orang, (termasuk) orang biasa, yang mengucapkan selamat kepada kami, karena telah membawa kembal tradisi kuno ini,” kata Guchigov.

Di Chechnya, hewan juga dipergunakan untuk memperkenalkan kembali Islam kepada masyarakat melalui program acara televisi. 60 orang pria berjenggot dan wanita berkerudung bekerja membuat program acara anak-anak dalan sebuah studio besar yang dihiasi foto-foto Makkah.

Sekelompok lebah dengan ceria mengucapkan “Salam Alaikum” sambil memasuki studio Ruslan Ismailov yang sedang bekerja membuat kartun dengan komputer-komputer Apple-nya yang berteknologi tinggi. Stasiun televisi Muslim tempatnya bekerja, memproduksi acara anak-anak berjudul “Put” yang berarti “Jalan” dalam bahasa Rusia.

“Lebah-lebah itu menarik minat anak-anak, dan akan mengajari mereka bagaimana cara hidup yang benar sesuai dengan kepercayaan orang Islam,” kata Ismailov.

Didirikan dua tahun lalu oleh pemerintah Chechnya dan mengudara ke seluruh penjuru Kaukasus Utara dengan pemirsa ribuan orang, stasiun televisi itu menjadi salah satu yang paling populer di kawasan tersebut.

Sepanjang malam televisi itu juga menyajikan acara-acara untuk wanita, misalnya bagaimana mengurus rumah yang baik dan cara membaca Al-Qur’an.

“Apa yang telah dialami Chechnya bukan rahasia lagi,” kata direktur stasiun televisi tersebut, Adam Shakidov.

“Kini saatnya memasang dasar-dasar syariah,” kata pria berjenggot dan mengenakan kopiah tradisional dari beludru berwarna hitam itu. [di/rtr/www.hidayatullah.com]

Rabu, 02 Juni 2010

Willibrordus Romanus Lasiman : Apa Agama Yesus?

Ketika beragama Katolik, Lasiman bernama babtis Willibrordus, ditambah nama baptis penguatan (kader) Romanus. Jadilah ia dikenal sebagai Willibrordus Romanus Lasiman. Lasiman atau akrab dipanggil Pak Willi. Kegelisahan demi kegelisahan menyerang keyakinannya. Akhirnya ia pun berkelana dari Katolik ke Kristen Baptis, lalu pindah ke Kebatinan Pangestu (Ngestu Tunggil), mendalami kitab Sasongko Jati, Sabdo Kudus, dan lainnya. Ia juga terjun ke perdukunan dan menguasai berbagai kitab primbon dan ajian. Tujuannya satu, mencari dan menemukan kebenaran hakiki. Ketika bertugas sebagai misionaris di Garut, Allah mempertemukannya dengan prof Dr Anwar Musaddad, berdiskusi tentang agama. Diskusi inilah yang menuntunnya pada Islam. Allah memberikan hidayah ketika ia berusia 25 tahun. Lalu, Willi pulang ke Yogya dan berdiskusi dengan Drs Muhammad Daim dari UGM. Akhirnya, 15 April 1980, Willi berikrar dua kalimat syahadat, masuk dalam dekapan Islam dengan nama Wahid Rasyid Lasiman. Sejak itu, Willi tekun mengkaji Islam di pesantren. Dari pesantren inilah, Ia menjadi ustadz yang rajin berdakwah dari kampung k kampung di Sleman, Yogyakarta, hingga pelosok kampung di kaki Gunung Merapi.  Untuk memenuhi nafkah keluarganya, Willi mengajar di sebuah SMP Negeri di kota Gudeg. Sedangkan ilmu Kristologi yang dimilikinya sejak jadi misionaris, membuatnya menjadi rujukan jamaah untuk bertanya tentang perbandingan Islam dan Kristen. Ustadz Wahid alias pak Willi, adalah mubaligh tangguh yang mahir dalam Kristologi. Untuk memuluskan dakwahnya, Willi menyusun buku-buku dan VCD untuk kalangan sendiri, berisi kisah nyata perjalanan rohaninya. Hal ini membuat agama lain cemburu pada dakwahnya yang agresif. Tabloid Sabda, media milik Katolik di Jakarta, pernah menyorot Willi di rubrik utama dengan judul cover "Gereja katolik Kembali Difitnah Mantan Misionaris Willibrordus Romanus Lasiman(Ustadz Drs Wachid Rasyid Lasiman)". Yang dimaksud Sabda adalah uraian Pak Willi dalam buku Yesus Beragama Islam. Dalam bukunya itu, Willi menyatakan, Yesus sebenarnya bukan beragama Kristen atau katolik, melainkan seorang Muslim. Pemred Tabloid Sabda, Peter, menulis artikel berjudul "Kok berani-beraninya Ustadz Wachid Rasyid Lasiman Meng-Islamkan Yesus". Kemarahan Peter dalam tulisannya ini, tampak nyata. Sang Pemred ini menggunakan kata-kata kasar dengan menyebut Willi sebagai orang "ngawur, konyol, naif, melancarkan fitnah dan lainnya. Sementara, di akhir tulisan, Peter mengimbau pembacanya, "Bagi umat Kristian, menghadapi fenomena seperti ini sebaiknya dengan kepala dingin saja. Tidak usah emosi karena tidak ada manfaatnya sama sekali." Sementara itu, dalam menghakimi pendapat Willi, peter menulis, "Kalaupun diperbolehkan menyebutkan Yesus itu agamanya Apa? Maka tentu lebih masuk akal mengatakan Yesus beragama Katolik atau Kristen daripada mengatakan Yesus beragama Islam. Tapi, Yesus sesungguhnya bukan pengikut atau penganut agama Kristen Katolik atau Kristen Protestan, melainkan dialah Kristus sang juru selamat manusia dan dunia. Itulah iman orang Kristen," (hlm 4). Jadi, apa agama Yesus? pertanyaan ini sering menjadi bahan diskusi yang hangat dan menarik. Jika dijawab Yesus adalah Tuhan dan Juru Selamat manusia, maka dia tak perlu agama dan tak beragama. Maka, pernyataan ini bisa dipahami bahwa Yesus tak beragama, artinya Yesus itu ateis. Menurut Yossy Rorimpadel, dari Sekolah Tinggi Teologi "Apostolos", Yesus itu beragama Yahudi. Lalu, mengapa pengikutnya tak beragama Yahudi? Jika Yesus beragama Katolik, mana dalilnya? kapan Yesus memproklamirkan dirinya beragama Katolik? Jika dinyatakan, Yesus beragama Kristen Protestan, lebih tidak masuk akal lagi, Sebab, Protestan lahir pada abad ke-16, saat bergulirnya pergerakan Reformasi gereja yang dimotori oleh Martin Luther dan John Calvin. Pendeta Yosias Leindert Lengkong dalam buku Bila Mereka Mengatakan Yesus Bukan Tuhan menyebutkan, istilah "Kristen" muncul di Antiokhia pada 41 Masehi. Dan, yang mengucapkan kata "Kristen" atau "Kristianos" bukan murid Yesus atau orang terpercaya, tapi justru orang-orang luar (hlm.77). Pendapat ini cukup beralasan, karena dalam Alkitab, Yesus tak pernah bersinggungan dengan kata "Kristen".  Kata ini, muncul pertama kali di Antiokhia setelah Yesus tidak ada. (Lihat Kisah Para Rasul 11:26). Jelaslah, Yesus tak beragama Kristen, baik Katolik maupun Protestan. Riwayat penyebutan "Kristen" tidak mempunyai asal-usul dan persetujuan dari Yesus. Label dan penamaan Kristen diberikan pada pengikut (agama) Yesus, setelah bertahun-tahun Yesus tidak ada. Tudingan Peter bahwa Willi "meng-Islamkan" Yesus pun tidak tepat. Karena, yang menyatakan Nabi Isa beragama Islam itu bukan Pak Willi alias Ustadz Wachid, melainkan Allah SWT sendiri. Dalam al-Qur'an disebutkan, satu-satunya agama yang diridhai Allah hanyalah ISlam (QS Ali Imran: 19,85,102). Karenanya, semua Nabi beragama Islam dan pengikutnya disebut muslim (QS Ali Imran:84). Islam telah diajarkan oleh paran Nabi terdahulu (QS al-Hajj:78). karena Isa Almasih adalah Nabi Allah, maka dia dan pengikutnya (Hawariyyun) pub beragama Islam (QS al-Maidah:111, Ali Imran :52). Semua Nabi beragama dan berakidah sama, yakni Islam. Perbedaan mereka hanya pada syariatnya (QS al-Hajj:67-68). Rasulullah saw bersabda: "Aku adalah orang yang paling dekat dengan Isa putra Maryam di dunia dan akhirat. Dan semua Nabi itu bersaudara karena seketurunan, ibunya berlainan sedang agamanya satu (ummahatuhum syattaa wa dinuhum wahid)," (HR Bukhari dari Abu Hurairah ra). Islam tak mengklaim sebagai agama baru yang dibawa Nabi muhammad ke Jazirah Arabia, melainkan sebagai pengungkapan kembali dalam bentuknya yang terakhir dari agama Allah SWT yang sesungguhnya, sebagaimana ia telah diturunkan pada Adam dan Nabi-nabi berikutnya. Satu-satunya kitab suci di dunia yang mengungkapkan agama Yesus, hanya al-Qur'an. Al-Qur'an menyebutkan, Nabi Isa sebagai Muslim, sedangkan Bibel tidak menyebutkan Yesus beragama Kristen atau Yahudi. Kok, berani-beraninya Peter menuduh Willi ngawur. Lalu, mengatakan lebih masuk akal, jika Yesus beragama katolik atau Kristen daripada Yesus beragama Islam.